Karena Skripsi Bukan Kaleng-kaleng

Bagi kalian adalah mahasiswa yang telah berada di semester akhir tentu tidak asing dengan benda ini. Skripsi. Makhluk yang kerap kali membuat mahasiswa menjadi stres. Tidak mudah memang mengerjakan skripsi. Tapi, dengan langkah yang tepat tentu akan membuat skripsi kita dapat selesai. Karena skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai.

Tanpa basa-basi, ini hal yang harus dilakukan ketika ingin menyelesaikan skripsi tepat waktu.

Jangan Jadikan Microsoft Word Pajangan Desktop Saja

contoh microsoft word

Kuasai Micorosft Word (sumber: dokumentasi pribadi)

Skripsi zaman dahulu tentu sangat berbeda dengan zaman sekarang. Kalau dulu skripsi menggunakan mesin tik, sekarang mahasiswa dituntut untuk menggunakan komputer/laptop. Lagi pula, skripsi harus dikerjakan melalui MS. Word.

Agar dapat mengerjakan skripsi, mahasiswa patut menguasai komponen yang terdapat dalam program tersebut. Seperti ukuran kertas, margin atau batas kertas, wajah tulisan atau font, dan lain sebagainya.

Pihak kampus biasanya membuat aturan tentang penyusunan tugas akhir. Kamu bisa lihat, ukuran kertas yang harus digunakan, ukuran spasi, jenis font dan ukurannya, penomoran, dan lain sebagainya. Semua hal tersebut bisa diatur oleh fitur yang telah disediakan oleh MS. Word.

Karena Skripsi Bukan Sekadar Tulisan Biasa

Buku Berbentuk Skripsi
Jangan remehkan skripsi (sumber:
Foto oleh Ylanite Koppens dari Pexels)

Mahasiswa dituntut untuk menguasai teknik penulisan skripsi dengan baik dan benar. Di samping itu, pihak kampus juga membuat aturan dalam menyusun skripsi. Apabila skripsi kamu tidak sesuai dengan aturan tersebut, skripsi tersebut akan ditolak dan disuruh edit.

Kerangka skripsi pada umumnya terdiri dari pendahuluan, landasan teori, metode penelitian, hasil dan pembahasan, penutup, dan daftar pustaka. Hal tersebut adalah yang harus kalian kuasai dalam menyelesaikan proposal penelitian maupun skripsi.

Kita Butuh Kejujuran

contoh daftar pustaka

Contoh daftar pustaka (sumber: dokumentasi pribadi)

Kita dituntut menguasai teknik penulisan kutipan dan daftar pustaka dengan baik dan benar agar tidak dicap dosen pembimbing meniru tulisan orang lain. Mahasiswa butuh referensi. Baik dicari melalui situs-situs jurnal nasional, maupun di situs atau tempat lain. Kamu tidak boleh ambil tulisan di referensi tersebut tanpa mencantumkan sumber. Oleh karena itu, kalian dituntut menulis kutipan di skripsi dengan mencantumkan nama penulis, tahun, halaman, dan hal lain yang perlu untuk dicamtukan.

Ada hal penting yang perlu kalian kuasai dalam menulis kutipan. Dalam menulis kutipan, sangat dianjurkan mengubah tatanan kalimat dari referensi yang didapat agar tidak dianggap plagiat. Misal, ketika kalian ingin menulis ulang kalimat “Karya sastra erat kaitannya dengan kehidupan sosial.” Kalian bisa ubah susunan kalimatnya menjadi “Karya sastra mengandung unsur sosial di dalamnya.” Ini contoh ya. Jangan lupa cantumkan sumber referensinya—biasanya dicantumkan di dalam kurung.

Setelah menulis kutipan, kalian harus menyusun daftar pustaka. Format penyusunan daftar pustaka biasanya diatur oleh pihak kampus. Di samping itu, jenis tulisan ilmiah juga bisa membedakan format penulisan daftar pustakanya. Misal, tulisan dari artikel jurnal berbeda format penulisannya dengan tulisan dari buku.

Mau Lebih Cepat?

Zotero

Program Zotero (sumber: dokumentasi pribadi)

Sebenarnya cara ini hanyalah opsional. Jadi tidak mengapa kalau kalian tidak pakai cara ini. Cara yang saya maksud adalah berbagai program atau aplikasi yang dapat membuat pengerjaan skripsimu menjadi lebih mudah dilakukan. Untuk menyusun daftar pustaka lebih mudah, kalian bisa pakai Mendeley, Zotero, dan lain sebagainya. Selain itu, kalian bisa mempermudah pelaksanaan penelitian dengan memanfaatkan program-program pendukung seperti SPSS dan NVIVO. Dengan begitu, kalian bisa melakukan pekerjaan lebih cepat dibandingkan tanpa menggunakan program-program tersebut.

Buktikan Kejujuran Kalian

Antiplagiarism

Cek plagiasi skripsi kalian (sumber: dokumentasi pribadi)

Ini adalah hal yang sangat penting. Jika kalian ingin terbebas dari tindak plagiasi, coba cek persentase keunikan skripsi kalian. Oh iya, keunikan yang dimaksud adalah seberapa besar tingkat kejujuran kalian dilihat dari banyaknya tulisan yang asal Copy-Paste. Semakin besar nilai keunikannya, skripsi kalian bisa dibilang bebas dari tindak plagiasi.

Kalian bisa cek dengan memanfaatkan program atau aplikas Turnitin, Antiplagiarism, dan program-program lainnya. Jika setelah dicek ternyata apersentase keunikannya rendah, maka kalian perlu cek kembali tulisan yang dianggap sama persis. Jika begitu, silakan diperbaiki kesalahan tersebut.

Waktu Ibarat Pedang

waktu itu penting
Manajemen waktu itu penting (sumber:
Foto oleh JESHOOTS.com dari Pexels)

Ini adalah kunci terpenting dalam menyelesaikan skripsi. Kerap kali perasaan menunda menghantui mahasiswa ketika menyusun skripsi. Alhasil, skripsi tak kunjung selesai. Begitu seterusnya hingga beberapa bulan terlewati. Ini yang penulis juga rasakan. Betapa sulitnya hal ini untuk ditangani.

Upayakan sebisa mungkin kalian tebas semua prokrastinasi dalam diri. Prokrastinasi adalah tindakan menunda-nunda. Kalian bisa tebas itu dengan melakukan manajemen waktu. Tulis rencana pekerjaan kalian di buku atau pengingat yang ada di ponsel pintar kalian. Dengan begitu, kalian bisa terbebas dari tindakan menunda-nunda tersebut. Tapi perlu ditekankan bahwa hal tersebut harus dilakukan secara berulang agar dapat menjadi sebuah kebiasaan baru sehingga kebiasaan lama dapat disingkirkan dari diri.

 

Adanya tulisan ini bukan hanya sebagai postingan untuk kalian saja, tetapi tulisan ini sebenarnya juga bentuk motivasi untuk diri penulis. Penulis juga mahasiswa—lebih tepatnya mahasiswa akhir. Fase ini adalah fase yang paling menantang di antara fase di semester-semester lain. Oleh karena itu, penulis berharap tulisan ini bisa menjadi nilai manfaat bagi kalian, terkhusus bagi pribadi penulis. Dan semoga penulis dan kalian (mahasiswa semester akhir) bisa menyelesai skripsi tepat waktu atau bahkan lebih cepat. Aamiin.

Wassalam.

Work From Home dan Sebuah Kecemasan

Per 21 April 2020, sudah ada 7.135 yang positif Coronavirus. Apalagi bulan Ramadhan sebentar lagi akan bertamu. Kita tidak bisa mengetahui secara pasti kapan wabah itu aan berakhir. Terlebih lagi seluruh aktifitas masyarakat, khususnya saya pribadi harus dibatasi. Jadi semua pekerjaan atau tugas kuliah harus dikerjakan dari rumah.
Work From Home dan Study From Home adalah solusi yang bisa dibilang cukup efektif dalam menahan angka-angka tersebut. Kita berupaya untuk membuat kurva persebaran virus seyogia mungkin dilandaikan. Artinya, dengan upaya-upaya tersebut kita juga menjadi pahlawan bagi tenaga-tenaga medis yang bekerja keras menangani kasus tersebut.
meja kerja zul
Meja kerja saya yang agak berantakan (sumber: dokumentasi pribadi)

Suatu hari, ketika mulai bosan berada di antara sudut-sudut kamar. Saya bosan karena setiap hari bertemu dengan sarang laba-laba (sekarang sudah bersih) dan makhluk kecil yang setiap malam mengganggu tidur. Setiap hari (eee... tidak setiap saat juga), pekerjaan yang semestinya dikerjakan di luar rumah sebisa mungkin dilaksanakan di dalam rumah (di kamar khususnya). Seperti rapat atau musyawarah. Bahkan rapat yang berskala besar juga harus dilaksanakan di dalam rumah. Tidak lupa pula dengan skripsi saya yang ... begitulah.
Hari Rabu, 22 April 2020 pukul 14.45 WITA, suara hujan turut menemani di setiap kegiatan—bukan berarti hujan ada di... hujan tidak boleh Work From Home. Atap rumahku bukan genteng, tapi seng (di sini sebutnya begitu). Makanya suaranya sangat jelas kedengaran. Ya cukup, sebenarnya bukan hujan yang mau dibahas. Tapi di kepala sekilas memikirkan hal itu. Jadi mau apa lagi kalau bukan tentang hujan (dan WFH). Allahumma Shayyiban Naafi’an.
Andai bukan karena WFH ini, mungkin saya sudah ada di forum besar itu. Lebih baik begitu memang. Daripada kuota 4GB habis dalam waktu kurang dari 4 (empat) hari. Tapi tak mengapa, lagipula kuota itu tidak digunakan untuk hal yang sia-sia. Daripada 4GB habis hanya untuk menonton tarian orang terbang sambil loncat-loncat. Intinya, kuota saya habis untuk hal yang tidak sia-sia—walaupun masih lebih efektif jika kegiatan tersebut dilakukan secara langsung tanpa harus diperantarai oleh perangkat digital.
Soal skripsi? Hmmm... Susah dijelaskan. Yaaa... kalian sudah tahu pasti hal yang dirasakan mahasiswa tingkat akhir. Revisi menumpuk, teori bagaimanalah, data penelitian harusnya bagaimanalah, cara menulis latar belakang, cara buat kajian teori, cara buat daftar pustaka, cara cek plagiasi, yaa seperti itulah. Yang lebih mencemaskan ketika alarm sudah memperingatkan saya tentang “kapan kapan” itu. “Kapan selesai KKN?”, “Kapan selesai skripsi?”, “Kapan seminar?”, “Kapan nikah?”. Oh, kayaknya yang terakhir belum ditanyakan, maap.
Intinya, saya memutuskan untuk sebisa mungkin menghindari perilaku kaum rebahan. Berhubung tempat tidur hanya berjarak beberapa senti dari meja kerja. Mau apa lagi, terkadang saya harus puasa rebahan kalau ada pekerjaan yang belum diselesaikan. Sebisa mungkin saya membuat jadwal agenda agar tidak kebingungan ketika ingin mengerjakan sesuatu.
Mungkin hal ini biasa-biasa saja, tidak ada yang spesial. Yang membuat spesial mungkin karena perspektif kita ketika berkomparasi dengan hal yang terjadi dalam diri masing-masing.
Perasaan tadi mau tutup tulisan, tapi tidak bisa tertutup-tutup. Oh, anggap saja tulisan ini sudah ditutup. Oke. Wassalam.

Ketika Identitasmu Melayang di Dunia Maya

Sumber: pexels.com

Facebook, Instagram, Twitter, Snapgram, Instagram, Facebook, Instagram, Twitter, Snapgram, Instagram, Facebook, Instagram, Youtube, Facebook, Instagram, Instagram, Instagram.
Nama depan, nama belakang, email, nomor telepon, kata sandi, telah diisi oleh ribuan, bahkan jutaan jari yang bersenandung di dunia maya. Ketika kau melihat notifikasi pertama masuk, secara refleks persendian tangan juga ikut menyesuaikan arah ponsel tersebut. Atau jangan-jangan kita menunggu notifikasi masuk—tanpa mengedipkan mata. Dan ternyata yang masuk hanyalah notifikasi selamat datang.
Ketika semua ramai-ramai memasukkan nama pengguna di media sosial yang berisi kumpulan kotak-kotak penuh gambar, kita dengan bangga menyebut diri kita sebagai orang yang menguasai pengguna-pengguna lain dengan menyebut “Kau adalah pengikutku, kau adalah temanku, aku adalah...”

Apa Kata Data?
Sumber: wearesocial.com
Data dari We Are Social dan Hootsuite mengungkapkan bahwa hingga tahun 2018, sebanyak 4,021 miliar penduduk bumi telah terkoneksi dengan internet. Sedangkan, tahun 2014 penduduk bumi yang terkoneksi internet hanya berjumlah 2,4 miliar jiwa.
Bisa kita bandingkan, jumlah populasi di dunia adalah 7,593 sedangkan angka di atas tadi hampir meraup seluruh penduduk bumi tahun 2018. Bagaimana dengan tahun 2019 hingga 2020 nanti?
Selain itu, data tersebut membuktikan bahwa dari 5,135 miliar pengguna ponsel (mobile), terdapat 3,196 miliar pengguna media sosial hingga tahun 2018. Bisa dibayangkan dengan penduduk di Indonesia.
Di Indonesia sendiri, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan bahwa hingga tahun 2018 di Indonesia sebanyak 171,17 juta jiwa telah terkoneksi di internet dari total 264 juta jiwa. Jadi, sekitar 65 persen dari total penduduk Indonesia telah terhubung ke dunia maya. Dari total tersebut Hootsuite mencatat, terdapat 150 juta jiwa di Indonesia telah menggunakan media sosial.
Privasi Informasi Pribadi
Sumber: pexels.com
Pihak perusahaan media sosial tidak bisa menjamin keamanan data pengguna yang telah terdaftar. Hingga saat ini, pemerintah memberlakukan peraturan mengenai Perlindungan Data Pribadi dan Sistem Elektronik yang termaktub dalam UU Informatika dan Transaksi Elektronik dan Permen Kominfo Nomor 20/2016.
Masih ingat dengan layanan You are What You Like?
Layanan tersebut dapat mengetahui orang yang paling banyak menyukai statusmu, bahkan bisa mendeteksi seberapa sering profil dilihat oleh orang lain. Namun, terdapat keganjilan dalam layanan tersebut. Saat pertama kali masuk, kita mesti melakukan proses login. Keanehan tersebut baru dimulai ketika kita mulai masuk. Data pribadi pengguna seperti alamat surel, nomor HP, bahkan (mungkin) kata sandi akhirnya disedot. Maka berhati-hatilah dengan internet.
Privacy Policy Dianggap Hanya Sebatas Halaman Biasa
Ketika kita telah mengisi kolom pendaftaran, sebuah halaman muncul. Akan tetapi, kita dengan begitu mudahnya mengeklik “setuju dan lanjutkan” tanpa menhiraukan halaman tersebut. Ada banyak makna dalam laman tersebut. Jadi mungkin ada baiknya kita membacanya terlebih dahulu sebelum memulai berselancar.
Hingga Akhirnya Kita Memutuskan untuk Melayangkan Identitas
Penulis sebenarnya tidak melarang kalian untuk berselancar di dunia maya. Tapi, ada baiknya kalau kita bisa menyeimbangkan antara dunia maya dengan dunia nyata. Ada orang bilang, “internet (media sosial) bisa mendekatkan yang jauh, sekaligus menjauhkan yang dekat”. Sebuah perkataan yang agak paradoks tapi di balik rentetan hurufnya tersimpan makna yang berarti.

Oleh karena itu, mari gunakan internet dengan bijak. Jangan sampai kita larut dalam hegemoni data dan kuota. Ingat, waktu kita bukan hanya meladeni alat itu, tetapi juga untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat, seperti beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Lantunkan doamu di sepanjang hari. Jangan biarkan Dia memalingkan ‘wajah’Nya lantaran wajah kita terus-terusan menghadap alat yang berbentuk persegi panjang itu. 

Candi Borobudur, Warisan Dunia yang Sempat Lenyap

Candi Borobudur (jambi.tribunnews.com)
Siapa yang tidak mengenal Candi Borobudur? Tentu saja tidak ada yang tidak mengenalnya. Tapi bukan keluargaku juga sih, hehe. Oke oke, lanjut. Sesuai dengan namanya, Candi ini berada di daerah Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di desa Borobudur, Kabupaten Magelang. Menurut informasi yang saya dapat, Candi Borobudur adalah candi yang terbesar di Indonesia, dan bahkan juga di dunia. Warisan budaya yang terkenal dengan stupa-stupanya ini telah ditetapkan UNESCO pada tahun 1991 ke dalam World Heritage List (Warisan Budaya Dunia). Tempat ini juga menjadi daerah wisata. Banyak orang dari luar kota dan luar negeri untuk berkunjung di tempat bersejarah ini.
Bukti penetapan Candi Borobudur sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO (dokumentasi pribasi)

Berdasarkan informasi, lebar dan panjang wilayah Candi Borobudur mencapai 123 meter. Artinya, tempat ini berbentuk persegi. Sedangkan tinggi bangunan mencapai 42 meter. Candi ini memiliki 1 stupa induk diikuti dengan 72 stupa yang berterawang (berlubang). Di Candi ini juga terdapat patung Buddha yang berjumlah 504 buah.
Pernah lihat relief-relief (semacam ukiran) di dinding-dindingnya? Kalau sudah, tidak usah saya jelaskan ya. Haha, bercanda. Baik, lainjut. Di setiap dinding Candi Borobudur terdapat 1460 bidang relief dengan total keliling relief tersebut berjarak kurang lebih 3 km. Bidang relief tersebut menggambarkan kehidupan Buddha yang memiliki tingkatan. Tingkatan tersebut terdiri dari 3 bagian, yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Di setiap tiga tingkatan tersebut, terdapat lagi 10 bagian tingkatan dari ketiga tingkatan tadi. Tiga tingkatan dari urutan pertama adalah Pramudita, Virmala, dan Prabhakari. Empat tingkatan berikutnya adalah Archismati, Sudurjaya, Abhimukti, dan Durangama. Sedangkan tiga tingkatan terakhir (paling atas) adalah Acala, Sadhumati, dan Dharmamega. Sepuluh tingkatan yang terbagi menjadi 3 bagian tersebut masing-masing terdapat di setiap tingkat bangunan.
Candi Borobudur dari arah timur (dokumentasi pribadi)
Candi Borobudur merupakan peradaban sejarah terbesar manusia. Konstruksi bangunan yang begitu megah disertai dengan bidang reliefnya merupakan suatu karya seni yang nilainya sangat tinggi. Unsur sastra, seni, dan arsitektur yang menyatu dalam satu bangunan adalah bukti kemajuan peradaban manusia pada saat itu. Hal tersebut bertentangan dengan pendapat seorang “ilmuwan” yang mengatakan bahwa manusia itu sepanjang perjalanan sejarah terus mengalami perkembangan, dari ketidakmampuan menggunakan teknologi hingga teknologi saat ini yang bisa digunakan.
Bukan bangunannya saja yang jadi pusat perhatian, namun suasana di sekitar Candi Borobudur juga tidak kalah menarik. Candi Borobudur dikelilingi oleh pegunungan. Terdapat 5 gunung di sekeliling Candi Borobudur.
Banyak sejarah yang mengungkapkan pendirian dan pemugaran kembali Candi Borobudur. Candi tersebut telah dipugarkan (renovasi) bebarapa kali karena beberapa hal. Menurut informasi, Candi Borobudur sempat terlupakan dalam sejarah karena pada saat itu kerajaan Mataram runtuh.
Candi Borobudur tampak dari kejauhan (dokumentasi pribadi)
Kalau kamu menyukai sastra dan budaya, tentu akan menarik sekali jika kamu membaca setiap bidang relief Candi Borobudur. Kamu harus membaca bidang relief tersebut dari arah timur, karena pintu masuk Candi Borobudru memang dari arah timur. `setelah sudah masuk tangga tingkat pertama, kelilingi relief tersebut dari arah kiri ke kanan atau searah dengan arah jarum jam. Jika sudah, lanjutkan dengan menaiki tangga tingkat selanjutnya dan mulailah kembali membaca relief tersebut ke arah kiri. jika sudah capek, silakan hentikan :-). Begitu pula hingga tingkat paling atas. Tapi, jika tidak bisa membaca relief tersebut—mungkin karena gambarnya yang rumit, kamu bisa minta tolong kepada pemandu di situ (yaaa, tentu dengan bayaran, kata teman).
Jika suka berfoto, silakan ambil objek foto yang kamu mau. Di setiap keliling Candi Borobudur terdapat sudut pemotretan yang pas jika kamu suka. Namun, ini pengalaman saya ketika berkunjung di Candi Borobudur. Ketika kami (saya dan teman-teman) hendak berfoto di tingkat bangunan teratas, kami melihat seorang satpam sedang menegur seorang wisatawan yang juga hendak berfoto di situ. Saya penasaran dan bertanya soal itu. Ia menjawab di daerah sini (baca: tingkat atas candi) jangan foto-foto, daerah ini harus steril. Tidak boleh diunggah (namun boleh sebagai konsumsi pribadi). Itu mungkin aturannya. Yaa apa boleh buat. Tidak hanya itu, jika ingin berfoto, jangan sekali-kali menyentuh stupa-stupanya, apalagi menyentuh patung Buddha yang ada di dalam.
Kata orang, kalau mau pulang bawa oleh-oleh. Hmmm. Tempat wisata tersebut juga menyediakan aneka macam souvenir khas, mulai dari gantungan kunci, topi, banju kaos, eeee de el el-lah. Sebelum masuk ke area Candi Borobudur, kamu akan mendapati kios-kios souvenir tersebut.  Kamu bisa beli oleh-oleh di situ. Kalau harga, yaaa macam-macam.
Intinya, setiap sejarah pasti selalu meninggalkan jejak. Untuk mempertahankan jejak itu selalu ada, tetaplah bereksplorasi untuk mengukir kembali sejarah tersebut agar selalu bertahan. Jangan tergerus oleh zaman yang semakin hari semakin menjauhkan kita dari nilai-nilai kearifan yang dulu pernah ada. 

Catatan:
Informasi yang saya cantumkan di sini (yang terdapat kata “berdasarkan/menurut informasi”) diambil dari buku yang dibeli dari orang yang langsung menyodorkan bukunya ke saya. Hmm boleh juga pikirku. Jadi bahan menulis saya juga. Informasi selebihnya tentu berdasarkan pengalaman pribadi (juga teman-teman Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar) yang pernah ikut kegiatan studi tur pada tanggal 29 November 2018.

Ada Rasa? Lakukan Ini


Rasa mencintai merupakan salah satu fitrah yang dimiliki manusia. Lantas, apa yang harus dilakukan ketika kamu menyukai seseorang tapi belum siap dengan jalan pernikahan? Ketika kamu merasakan sesuatu terhadapnya, lakukan sesuatu agar kamu tidak terjerumus kepada sesuatu yang tidak diridhai oleh Allah Swt. Sikapi hal tersebut dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt. agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan dosa sehingga tidak menimbulkan efek yang buruk ke depannya. Lantas, apa yang harus dilakukan ketika mendapati hal tersebut?



Ketika perasaan sudah menggebu-gebu ingin mendapatkan si dia, diam adalah jalan yang tepat walaupun belum siap untuk menikah.  Jangan tergesa-gesa jika sudah "kebelet", namun bentengi diri agar siap untuk mendapatkan yang terbaik. Pernikahan adalah jalan terbaik yang dilakukan saat kita mulai ada "rasa" itu. Namun, jika belum siap, maka cinta dalam diam adalah solusi yang tepat bagi kamu. Tapi jangan lupa, mencintai seseorang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan yang ekstra untuk mendapatkannya. Mendoakannya adalah perjuangan yang terbaik. Berdoa agar bisa selalu istiqomah dalam kebenaran dan menjauh dari kebathilan.
Selalu berikan doa yang terbaik. Kalau bisa berdoalah di sepertiga malam dan mintalah rahmat dari Allah Swt. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dekati Dia yang menciptakan kita semua, bukan mendekati dia yang belum "halal" bagi kita. Ingat, jangan kebelet. Sebenarnya rencana yang Allah berikan sungguh lebih besar ketimbang menunggu seseorang yang belum tentu milik kita. Ikhlaskan hati jika orang yang menjadi sasaranmu menjadi milik orang lain. Jangan mudah putus asa karena masih ada yang lebih baik daripada itu. Bersikap lapang dadalah ketika orang itu bersama yang lain. Selain itu, jangan pernah berlebihan dalam menumpahkan rasa kepada orang yang disuka karena semua yang berlebihan itu tidaklah baik. Kembali dan berserah diri kepada Allah Swt merupakan jalan yang terbaik. Jadikan hal itu sebagai penumbuh rasa iman dalam diri kita. Janganlah saling menghujat ketika kamu belum mendapatkan orang yang disuka. Bersikap saling memuliakanlah terhadap orang lain.
Berusaha juga hendaknya dibarengi dengan doa. Karena dengan berdoa dan ikhlas, kita bisa lebih baik dari sebelumnya. Yakinkan dirimu agar selalu bisa menjadi yang terbaik. Allah berfirman dalam Quran Surah An-Nur ayat 26.
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji pula. Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula”.
Karena ketika kamu berusaha untuk menjadi manusia yang baik, maka apa yang ada dalam diri kita (sikap dan sifat) akan menjadi cerminan dari orang kelak bersamamu nanti.
Sebagai Muslim, hendaknya kita harus menundukkan pandangan serta menjaga hati agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan sehingga membuat Allah murka. Cara menjaga diri dari perbuatan yang dimurkai oleh Allah Swt. adalah dengan senantiasa menaati segala perintahnya dan menjauhi larangannya. Perintah yang diberikan kepada manusia oleh Allah adalah dengan menutup aurat bagi laki-laki dan perempuan. Dengan demikian, kita bisa mencegah munculnya nafsu (syahwat) sehingga bisa menjadi dosa. Selain itu, cara menjaga diri dari perbuatan maksiat adalah dengan selalu beraktivitas, tentu kegiatan yang bermanfaat. Mending manfaatkan waktu untuk hal yang bermanfaat daripada terus saja memikirkan si dia yang belum tentu jodoh. hehe.
Selalu meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan yang positif lebih baik daripada tinggal diam agar selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, berlapang dadalah ketika si dia menjadi milik orang lain. Yakin dan percaya bahwa strategi Allah Swt. lebih baik dari apa yang kita rencanakan. Jika sudah siap hati, fisik, dan mental, segeralah menikah. Karena hal itu membuat hati lebih tenteram. Selain bisa tenteram, kamu bisa lebih waspada terhadap hal-hal yang bisa menjerumus ke dalam api-api kemaksiatan. Apalagi banyak sekali dalil yang melarang perbuatan zina.
Menikah juga ibadah. Oleh karena itu, jangan mudah terperdaya dengan hasutan setan yang selalu membisikkan bara-bara dosa. Jika sudah siap untuk menikah, maka menikahlah karena Rasulullah Muhammad Saw. telah menganjurkan kita untuk menikah. Menikah adalah jalan untuk membangun bahtera rumah tangga. Menikah adalah solusi bagi kamu yang sudah siap. Jika belum, tetap berdoa agar selalu diberi jalan.
Wassalam.

Ayo Bikin Film!

Membuat film via Pexels.com

Kalian tentu pernah menonton film. Entah itu film komedi, romansa, aksi, dan lain-lain. Tapi pernahkah kamu melihat proses pembuatan film secara langsung? Membuat film (terutama film-film papan atas) bisa dibilang... susah, tergantung keterampilan dan kreatifitas si pembuat.




Film adalah hasil karya audio visual yang dibuat dengan bantuan kamera, serta ditayangkan di TV, bioskop, maupun yang sejenis dengan XXI. Pada awalnya, film merupakan gulungan seluloid yang pada setiap “frame” seluloid tersebut terdapat rangkaian gambar yang bersinambungan satu sama lain. Berbeda dengan zaman sekarang yang sudah menjadi bentuk digital.
Lantas, bagaimana cara membuat sebuah film dan bisa dinikmati banyak orang? Yuk simak ulasan ini.
Persiapkan ini sebelum mulai
Tahapan ini biasa disebut pra produksi. Sebelum membuat film, kamu harus persiapkan semua yang dibutuhkan selama proses produksi berlangsung. Hal pertama yang harus kamu siapkan adalah tim. Minimal dalam tim tersebut ada produser, sutradara, penata kamera (Director of Photography), penulis skrip, penata suara (soundman), dan editor. Tanpa keberadaan mereka, tentu film tidak akan bisa dibuat. Setelah ada tim, selanjutnya adalah ide. Ide adalah dasar dalam membuat cerita sebuah film. Ide bisa didapatkan melalui rapat produksi atau dari sumber-sumber lain.
Setelah ide ada, baru si penulis skenario menyiapkan naskah. Tentu sumber cerita naskah tersebut berada di tangan sutradara. Namun seringkali sutradara merangkap jadi penulis, seperti Raditya Dika yang menulis skenario sekaligus menyutradarai filmnya sendiri.
Sebuah skenario tidak bisa diwujudkan tanpa adanya peralatan dan perlengkapan yang mendukung. Siapkan segala sesuatu yang dibutuhkan cerita, dan tentunya kamera. Tentu untuk menyediakan semua itu harus menggunakan dana. Tidak semua tim bisa menyediakan hal tersebut. Jika terjadi demikian,  carilah alat yang memiliki harga murah, namun kualitas bagus. Kamu bisa cari kamera DSLR atau kamera Mirrorless yang lebih murah daripada kamera video. Selain kamera, sediakan juga alat pendukung lainnya seperti stabilizer, peralatan lighting (jika mampu), satu set komputer desktop atau laptop untuk proses pengeditan nanti. Semakin tinggi budget yang kamu butuhkan, maka semakin besar peluang untuk membuat film dengan kualitas bagus. Namun jangan berkecil hati jika menggunakan budget yang minim. Jangan lupa untuk mempersiapkan segala hal lainnya seperti lokasi, riasan dan busana, perangkat lunak editing, dan musik pendukung film.
Tugas seorang sutradara adalah mencari pemeran yang sesuai dengan naskah. Sang sutradara harus mampu membuat kriteria yang dibutuhkan oleh naskah. Jika naskah adalah otak dari sebuah film, maka pemeran adalah jantungnya. Tidak bisa dimungkiri, peran pemain adalah 3/5 bagian dari keseluruhan produksi film.
Saatnya syuting dimulai!
Selama proses syuting (shoting), si sutradara harus mengetahui betul sistematika yang ada dari sebuah film, seperti komposisi gambar, pergerakan kamera yang cocok, blocking, dan hal lainnya. Sutradara adalah orang yang paling sibuk pada proses ini selain produser.
Jadwal syuting juga harus direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya agar sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Selain itu, pemeran juga harus diperhatikan. Panggillah pemeran yang ada pada saat scene yang dibuat sekarang. Jangan memanggil pemeran padahal mereka hanya menonton pemeran lain syuting.
Perhatikan juga aspek cuaca. Jangan sampai adegannya siang kemudian hujan. Masih bagus jika syuting di dalam ruangan. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, cobalah untuk memanipulasi adegannya, tapi tidak menyimpang dari jalur cerita.
Suara adalah salah satu aspek penting dalam sebuah film. Film tidak bisa dinikmati jika suara yang dihasilkan tidak begitu bagus terdengar. Selama proses syuting, gunakan mic yang bagus digunakan. Hindari lokasi syuting dengan tingkat kebisingan tinggi, kecuali jika tim bisa meminimalisirnya.
Yang harus dilakukan setelahnya
Tahapan ini disebut tahap pascaproduksi. Pada tahap ini, sang editor adalah orang yang sibuk bersama sutradara. Hasil pengambilan gambar (footage) dipilah kemudian diserahkan kepada editor untuk ditindaklanjuti. Tugas seorang editor adalah menyusun footage, menyinkronkan gambar dengan suara (jika suara yang direkam terpisah), dan memberi unsur pendukng lainnya seperti efek visual dan musik (jika diperlukan).
Sang editor diberi wewenang untuk menggunakan kretifitasnya dalam menyusun rangkaian gambar, asal tidak menyimpang dari hasil kesepakatan tim. Titik keberhasilan film berada di tangan editor.
Setelah film selesai dibuat, promosikan film tersebut. Kamu bisa menawarkannya kepada eksibitor-eksibitor yang ada. Jika film yang dibuat hanya film pendek, cobalah untuk mempromosikannya di youtube.

Akhirnya, tulisan ini selesai juga setelah beberapa bulan tidak menulis. Tulisan di atas adalah hasil pengalaman saya membuat film dalam rangka penyelesaian tugas akhir matakuliah sinematografi.

Jika ada yang ingin kamu tanyakan, segera tinggalkan komentar di bawah ini. Terima kasih :-)

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net