Ketika Identitasmu Melayang di Dunia Maya

Sumber: pexels.com

Facebook, Instagram, Twitter, Snapgram, Instagram, Facebook, Instagram, Twitter, Snapgram, Instagram, Facebook, Instagram, Youtube, Facebook, Instagram, Instagram, Instagram.
Nama depan, nama belakang, email, nomor telepon, kata sandi, telah diisi oleh ribuan, bahkan jutaan jari yang bersenandung di dunia maya. Ketika kau melihat notifikasi pertama masuk, secara refleks persendian tangan juga ikut menyesuaikan arah ponsel tersebut. Atau jangan-jangan kita menunggu notifikasi masuk—tanpa mengedipkan mata. Dan ternyata yang masuk hanyalah notifikasi selamat datang.
Ketika semua ramai-ramai memasukkan nama pengguna di media sosial yang berisi kumpulan kotak-kotak penuh gambar, kita dengan bangga menyebut diri kita sebagai orang yang menguasai pengguna-pengguna lain dengan menyebut “Kau adalah pengikutku, kau adalah temanku, aku adalah...”

Apa Kata Data?
Sumber: wearesocial.com
Data dari We Are Social dan Hootsuite mengungkapkan bahwa hingga tahun 2018, sebanyak 4,021 miliar penduduk bumi telah terkoneksi dengan internet. Sedangkan, tahun 2014 penduduk bumi yang terkoneksi internet hanya berjumlah 2,4 miliar jiwa.
Bisa kita bandingkan, jumlah populasi di dunia adalah 7,593 sedangkan angka di atas tadi hampir meraup seluruh penduduk bumi tahun 2018. Bagaimana dengan tahun 2019 hingga 2020 nanti?
Selain itu, data tersebut membuktikan bahwa dari 5,135 miliar pengguna ponsel (mobile), terdapat 3,196 miliar pengguna media sosial hingga tahun 2018. Bisa dibayangkan dengan penduduk di Indonesia.
Di Indonesia sendiri, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan bahwa hingga tahun 2018 di Indonesia sebanyak 171,17 juta jiwa telah terkoneksi di internet dari total 264 juta jiwa. Jadi, sekitar 65 persen dari total penduduk Indonesia telah terhubung ke dunia maya. Dari total tersebut Hootsuite mencatat, terdapat 150 juta jiwa di Indonesia telah menggunakan media sosial.
Privasi Informasi Pribadi
Sumber: pexels.com
Pihak perusahaan media sosial tidak bisa menjamin keamanan data pengguna yang telah terdaftar. Hingga saat ini, pemerintah memberlakukan peraturan mengenai Perlindungan Data Pribadi dan Sistem Elektronik yang termaktub dalam UU Informatika dan Transaksi Elektronik dan Permen Kominfo Nomor 20/2016.
Masih ingat dengan layanan You are What You Like?
Layanan tersebut dapat mengetahui orang yang paling banyak menyukai statusmu, bahkan bisa mendeteksi seberapa sering profil dilihat oleh orang lain. Namun, terdapat keganjilan dalam layanan tersebut. Saat pertama kali masuk, kita mesti melakukan proses login. Keanehan tersebut baru dimulai ketika kita mulai masuk. Data pribadi pengguna seperti alamat surel, nomor HP, bahkan (mungkin) kata sandi akhirnya disedot. Maka berhati-hatilah dengan internet.
Privacy Policy Dianggap Hanya Sebatas Halaman Biasa
Ketika kita telah mengisi kolom pendaftaran, sebuah halaman muncul. Akan tetapi, kita dengan begitu mudahnya mengeklik “setuju dan lanjutkan” tanpa menhiraukan halaman tersebut. Ada banyak makna dalam laman tersebut. Jadi mungkin ada baiknya kita membacanya terlebih dahulu sebelum memulai berselancar.
Hingga Akhirnya Kita Memutuskan untuk Melayangkan Identitas
Penulis sebenarnya tidak melarang kalian untuk berselancar di dunia maya. Tapi, ada baiknya kalau kita bisa menyeimbangkan antara dunia maya dengan dunia nyata. Ada orang bilang, “internet (media sosial) bisa mendekatkan yang jauh, sekaligus menjauhkan yang dekat”. Sebuah perkataan yang agak paradoks tapi di balik rentetan hurufnya tersimpan makna yang berarti.

Oleh karena itu, mari gunakan internet dengan bijak. Jangan sampai kita larut dalam hegemoni data dan kuota. Ingat, waktu kita bukan hanya meladeni alat itu, tetapi juga untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat, seperti beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Lantunkan doamu di sepanjang hari. Jangan biarkan Dia memalingkan ‘wajah’Nya lantaran wajah kita terus-terusan menghadap alat yang berbentuk persegi panjang itu. 

Candi Borobudur, Warisan Dunia yang Sempat Lenyap

Candi Borobudur (jambi.tribunnews.com)
Siapa yang tidak mengenal Candi Borobudur? Tentu saja tidak ada yang tidak mengenalnya. Tapi bukan keluargaku juga sih, hehe. Oke oke, lanjut. Sesuai dengan namanya, Candi ini berada di daerah Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di desa Borobudur, Kabupaten Magelang. Menurut informasi yang saya dapat, Candi Borobudur adalah candi yang terbesar di Indonesia, dan bahkan juga di dunia. Warisan budaya yang terkenal dengan stupa-stupanya ini telah ditetapkan UNESCO pada tahun 1991 ke dalam World Heritage List (Warisan Budaya Dunia). Tempat ini juga menjadi daerah wisata. Banyak orang dari luar kota dan luar negeri untuk berkunjung di tempat bersejarah ini.
Bukti penetapan Candi Borobudur sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO (dokumentasi pribasi)

Berdasarkan informasi, lebar dan panjang wilayah Candi Borobudur mencapai 123 meter. Artinya, tempat ini berbentuk persegi. Sedangkan tinggi bangunan mencapai 42 meter. Candi ini memiliki 1 stupa induk diikuti dengan 72 stupa yang berterawang (berlubang). Di Candi ini juga terdapat patung Buddha yang berjumlah 504 buah.
Pernah lihat relief-relief (semacam ukiran) di dinding-dindingnya? Kalau sudah, tidak usah saya jelaskan ya. Haha, bercanda. Baik, lainjut. Di setiap dinding Candi Borobudur terdapat 1460 bidang relief dengan total keliling relief tersebut berjarak kurang lebih 3 km. Bidang relief tersebut menggambarkan kehidupan Buddha yang memiliki tingkatan. Tingkatan tersebut terdiri dari 3 bagian, yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Di setiap tiga tingkatan tersebut, terdapat lagi 10 bagian tingkatan dari ketiga tingkatan tadi. Tiga tingkatan dari urutan pertama adalah Pramudita, Virmala, dan Prabhakari. Empat tingkatan berikutnya adalah Archismati, Sudurjaya, Abhimukti, dan Durangama. Sedangkan tiga tingkatan terakhir (paling atas) adalah Acala, Sadhumati, dan Dharmamega. Sepuluh tingkatan yang terbagi menjadi 3 bagian tersebut masing-masing terdapat di setiap tingkat bangunan.
Candi Borobudur dari arah timur (dokumentasi pribadi)
Candi Borobudur merupakan peradaban sejarah terbesar manusia. Konstruksi bangunan yang begitu megah disertai dengan bidang reliefnya merupakan suatu karya seni yang nilainya sangat tinggi. Unsur sastra, seni, dan arsitektur yang menyatu dalam satu bangunan adalah bukti kemajuan peradaban manusia pada saat itu. Hal tersebut bertentangan dengan pendapat seorang “ilmuwan” yang mengatakan bahwa manusia itu sepanjang perjalanan sejarah terus mengalami perkembangan, dari ketidakmampuan menggunakan teknologi hingga teknologi saat ini yang bisa digunakan.
Bukan bangunannya saja yang jadi pusat perhatian, namun suasana di sekitar Candi Borobudur juga tidak kalah menarik. Candi Borobudur dikelilingi oleh pegunungan. Terdapat 5 gunung di sekeliling Candi Borobudur.
Banyak sejarah yang mengungkapkan pendirian dan pemugaran kembali Candi Borobudur. Candi tersebut telah dipugarkan (renovasi) bebarapa kali karena beberapa hal. Menurut informasi, Candi Borobudur sempat terlupakan dalam sejarah karena pada saat itu kerajaan Mataram runtuh.
Candi Borobudur tampak dari kejauhan (dokumentasi pribadi)
Kalau kamu menyukai sastra dan budaya, tentu akan menarik sekali jika kamu membaca setiap bidang relief Candi Borobudur. Kamu harus membaca bidang relief tersebut dari arah timur, karena pintu masuk Candi Borobudru memang dari arah timur. `setelah sudah masuk tangga tingkat pertama, kelilingi relief tersebut dari arah kiri ke kanan atau searah dengan arah jarum jam. Jika sudah, lanjutkan dengan menaiki tangga tingkat selanjutnya dan mulailah kembali membaca relief tersebut ke arah kiri. jika sudah capek, silakan hentikan :-). Begitu pula hingga tingkat paling atas. Tapi, jika tidak bisa membaca relief tersebut—mungkin karena gambarnya yang rumit, kamu bisa minta tolong kepada pemandu di situ (yaaa, tentu dengan bayaran, kata teman).
Jika suka berfoto, silakan ambil objek foto yang kamu mau. Di setiap keliling Candi Borobudur terdapat sudut pemotretan yang pas jika kamu suka. Namun, ini pengalaman saya ketika berkunjung di Candi Borobudur. Ketika kami (saya dan teman-teman) hendak berfoto di tingkat bangunan teratas, kami melihat seorang satpam sedang menegur seorang wisatawan yang juga hendak berfoto di situ. Saya penasaran dan bertanya soal itu. Ia menjawab di daerah sini (baca: tingkat atas candi) jangan foto-foto, daerah ini harus steril. Tidak boleh diunggah (namun boleh sebagai konsumsi pribadi). Itu mungkin aturannya. Yaa apa boleh buat. Tidak hanya itu, jika ingin berfoto, jangan sekali-kali menyentuh stupa-stupanya, apalagi menyentuh patung Buddha yang ada di dalam.
Kata orang, kalau mau pulang bawa oleh-oleh. Hmmm. Tempat wisata tersebut juga menyediakan aneka macam souvenir khas, mulai dari gantungan kunci, topi, banju kaos, eeee de el el-lah. Sebelum masuk ke area Candi Borobudur, kamu akan mendapati kios-kios souvenir tersebut.  Kamu bisa beli oleh-oleh di situ. Kalau harga, yaaa macam-macam.
Intinya, setiap sejarah pasti selalu meninggalkan jejak. Untuk mempertahankan jejak itu selalu ada, tetaplah bereksplorasi untuk mengukir kembali sejarah tersebut agar selalu bertahan. Jangan tergerus oleh zaman yang semakin hari semakin menjauhkan kita dari nilai-nilai kearifan yang dulu pernah ada. 

Catatan:
Informasi yang saya cantumkan di sini (yang terdapat kata “berdasarkan/menurut informasi”) diambil dari buku yang dibeli dari orang yang langsung menyodorkan bukunya ke saya. Hmm boleh juga pikirku. Jadi bahan menulis saya juga. Informasi selebihnya tentu berdasarkan pengalaman pribadi (juga teman-teman Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar) yang pernah ikut kegiatan studi tur pada tanggal 29 November 2018.

Ada Rasa? Lakukan Ini


Rasa mencintai merupakan salah satu fitrah yang dimiliki manusia. Lantas, apa yang harus dilakukan ketika kamu menyukai seseorang tapi belum siap dengan jalan pernikahan? Ketika kamu merasakan sesuatu terhadapnya, lakukan sesuatu agar kamu tidak terjerumus kepada sesuatu yang tidak diridhai oleh Allah Swt. Sikapi hal tersebut dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt. agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan dosa sehingga tidak menimbulkan efek yang buruk ke depannya. Lantas, apa yang harus dilakukan ketika mendapati hal tersebut?



Ketika perasaan sudah menggebu-gebu ingin mendapatkan si dia, diam adalah jalan yang tepat walaupun belum siap untuk menikah.  Jangan tergesa-gesa jika sudah "kebelet", namun bentengi diri agar siap untuk mendapatkan yang terbaik. Pernikahan adalah jalan terbaik yang dilakukan saat kita mulai ada "rasa" itu. Namun, jika belum siap, maka cinta dalam diam adalah solusi yang tepat bagi kamu. Tapi jangan lupa, mencintai seseorang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan yang ekstra untuk mendapatkannya. Mendoakannya adalah perjuangan yang terbaik. Berdoa agar bisa selalu istiqomah dalam kebenaran dan menjauh dari kebathilan.
Selalu berikan doa yang terbaik. Kalau bisa berdoalah di sepertiga malam dan mintalah rahmat dari Allah Swt. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dekati Dia yang menciptakan kita semua, bukan mendekati dia yang belum "halal" bagi kita. Ingat, jangan kebelet. Sebenarnya rencana yang Allah berikan sungguh lebih besar ketimbang menunggu seseorang yang belum tentu milik kita. Ikhlaskan hati jika orang yang menjadi sasaranmu menjadi milik orang lain. Jangan mudah putus asa karena masih ada yang lebih baik daripada itu. Bersikap lapang dadalah ketika orang itu bersama yang lain. Selain itu, jangan pernah berlebihan dalam menumpahkan rasa kepada orang yang disuka karena semua yang berlebihan itu tidaklah baik. Kembali dan berserah diri kepada Allah Swt merupakan jalan yang terbaik. Jadikan hal itu sebagai penumbuh rasa iman dalam diri kita. Janganlah saling menghujat ketika kamu belum mendapatkan orang yang disuka. Bersikap saling memuliakanlah terhadap orang lain.
Berusaha juga hendaknya dibarengi dengan doa. Karena dengan berdoa dan ikhlas, kita bisa lebih baik dari sebelumnya. Yakinkan dirimu agar selalu bisa menjadi yang terbaik. Allah berfirman dalam Quran Surah An-Nur ayat 26.
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji pula. Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula”.
Karena ketika kamu berusaha untuk menjadi manusia yang baik, maka apa yang ada dalam diri kita (sikap dan sifat) akan menjadi cerminan dari orang kelak bersamamu nanti.
Sebagai Muslim, hendaknya kita harus menundukkan pandangan serta menjaga hati agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan sehingga membuat Allah murka. Cara menjaga diri dari perbuatan yang dimurkai oleh Allah Swt. adalah dengan senantiasa menaati segala perintahnya dan menjauhi larangannya. Perintah yang diberikan kepada manusia oleh Allah adalah dengan menutup aurat bagi laki-laki dan perempuan. Dengan demikian, kita bisa mencegah munculnya nafsu (syahwat) sehingga bisa menjadi dosa. Selain itu, cara menjaga diri dari perbuatan maksiat adalah dengan selalu beraktivitas, tentu kegiatan yang bermanfaat. Mending manfaatkan waktu untuk hal yang bermanfaat daripada terus saja memikirkan si dia yang belum tentu jodoh. hehe.
Selalu meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan yang positif lebih baik daripada tinggal diam agar selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, berlapang dadalah ketika si dia menjadi milik orang lain. Yakin dan percaya bahwa strategi Allah Swt. lebih baik dari apa yang kita rencanakan. Jika sudah siap hati, fisik, dan mental, segeralah menikah. Karena hal itu membuat hati lebih tenteram. Selain bisa tenteram, kamu bisa lebih waspada terhadap hal-hal yang bisa menjerumus ke dalam api-api kemaksiatan. Apalagi banyak sekali dalil yang melarang perbuatan zina.
Menikah juga ibadah. Oleh karena itu, jangan mudah terperdaya dengan hasutan setan yang selalu membisikkan bara-bara dosa. Jika sudah siap untuk menikah, maka menikahlah karena Rasulullah Muhammad Saw. telah menganjurkan kita untuk menikah. Menikah adalah jalan untuk membangun bahtera rumah tangga. Menikah adalah solusi bagi kamu yang sudah siap. Jika belum, tetap berdoa agar selalu diberi jalan.
Wassalam.

Ayo Bikin Film!

Membuat film via Pexels.com

Kalian tentu pernah menonton film. Entah itu film komedi, romansa, aksi, dan lain-lain. Tapi pernahkah kamu melihat proses pembuatan film secara langsung? Membuat film (terutama film-film papan atas) bisa dibilang... susah, tergantung keterampilan dan kreatifitas si pembuat.




Film adalah hasil karya audio visual yang dibuat dengan bantuan kamera, serta ditayangkan di TV, bioskop, maupun yang sejenis dengan XXI. Pada awalnya, film merupakan gulungan seluloid yang pada setiap “frame” seluloid tersebut terdapat rangkaian gambar yang bersinambungan satu sama lain. Berbeda dengan zaman sekarang yang sudah menjadi bentuk digital.
Lantas, bagaimana cara membuat sebuah film dan bisa dinikmati banyak orang? Yuk simak ulasan ini.
Persiapkan ini sebelum mulai
Tahapan ini biasa disebut pra produksi. Sebelum membuat film, kamu harus persiapkan semua yang dibutuhkan selama proses produksi berlangsung. Hal pertama yang harus kamu siapkan adalah tim. Minimal dalam tim tersebut ada produser, sutradara, penata kamera (Director of Photography), penulis skrip, penata suara (soundman), dan editor. Tanpa keberadaan mereka, tentu film tidak akan bisa dibuat. Setelah ada tim, selanjutnya adalah ide. Ide adalah dasar dalam membuat cerita sebuah film. Ide bisa didapatkan melalui rapat produksi atau dari sumber-sumber lain.
Setelah ide ada, baru si penulis skenario menyiapkan naskah. Tentu sumber cerita naskah tersebut berada di tangan sutradara. Namun seringkali sutradara merangkap jadi penulis, seperti Raditya Dika yang menulis skenario sekaligus menyutradarai filmnya sendiri.
Sebuah skenario tidak bisa diwujudkan tanpa adanya peralatan dan perlengkapan yang mendukung. Siapkan segala sesuatu yang dibutuhkan cerita, dan tentunya kamera. Tentu untuk menyediakan semua itu harus menggunakan dana. Tidak semua tim bisa menyediakan hal tersebut. Jika terjadi demikian,  carilah alat yang memiliki harga murah, namun kualitas bagus. Kamu bisa cari kamera DSLR atau kamera Mirrorless yang lebih murah daripada kamera video. Selain kamera, sediakan juga alat pendukung lainnya seperti stabilizer, peralatan lighting (jika mampu), satu set komputer desktop atau laptop untuk proses pengeditan nanti. Semakin tinggi budget yang kamu butuhkan, maka semakin besar peluang untuk membuat film dengan kualitas bagus. Namun jangan berkecil hati jika menggunakan budget yang minim. Jangan lupa untuk mempersiapkan segala hal lainnya seperti lokasi, riasan dan busana, perangkat lunak editing, dan musik pendukung film.
Tugas seorang sutradara adalah mencari pemeran yang sesuai dengan naskah. Sang sutradara harus mampu membuat kriteria yang dibutuhkan oleh naskah. Jika naskah adalah otak dari sebuah film, maka pemeran adalah jantungnya. Tidak bisa dimungkiri, peran pemain adalah 3/5 bagian dari keseluruhan produksi film.
Saatnya syuting dimulai!
Selama proses syuting (shoting), si sutradara harus mengetahui betul sistematika yang ada dari sebuah film, seperti komposisi gambar, pergerakan kamera yang cocok, blocking, dan hal lainnya. Sutradara adalah orang yang paling sibuk pada proses ini selain produser.
Jadwal syuting juga harus direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya agar sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Selain itu, pemeran juga harus diperhatikan. Panggillah pemeran yang ada pada saat scene yang dibuat sekarang. Jangan memanggil pemeran padahal mereka hanya menonton pemeran lain syuting.
Perhatikan juga aspek cuaca. Jangan sampai adegannya siang kemudian hujan. Masih bagus jika syuting di dalam ruangan. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, cobalah untuk memanipulasi adegannya, tapi tidak menyimpang dari jalur cerita.
Suara adalah salah satu aspek penting dalam sebuah film. Film tidak bisa dinikmati jika suara yang dihasilkan tidak begitu bagus terdengar. Selama proses syuting, gunakan mic yang bagus digunakan. Hindari lokasi syuting dengan tingkat kebisingan tinggi, kecuali jika tim bisa meminimalisirnya.
Yang harus dilakukan setelahnya
Tahapan ini disebut tahap pascaproduksi. Pada tahap ini, sang editor adalah orang yang sibuk bersama sutradara. Hasil pengambilan gambar (footage) dipilah kemudian diserahkan kepada editor untuk ditindaklanjuti. Tugas seorang editor adalah menyusun footage, menyinkronkan gambar dengan suara (jika suara yang direkam terpisah), dan memberi unsur pendukng lainnya seperti efek visual dan musik (jika diperlukan).
Sang editor diberi wewenang untuk menggunakan kretifitasnya dalam menyusun rangkaian gambar, asal tidak menyimpang dari hasil kesepakatan tim. Titik keberhasilan film berada di tangan editor.
Setelah film selesai dibuat, promosikan film tersebut. Kamu bisa menawarkannya kepada eksibitor-eksibitor yang ada. Jika film yang dibuat hanya film pendek, cobalah untuk mempromosikannya di youtube.

Akhirnya, tulisan ini selesai juga setelah beberapa bulan tidak menulis. Tulisan di atas adalah hasil pengalaman saya membuat film dalam rangka penyelesaian tugas akhir matakuliah sinematografi.

Jika ada yang ingin kamu tanyakan, segera tinggalkan komentar di bawah ini. Terima kasih :-)

Perahu Pinisi, Identitas Sulawesi Selatan

Perahu Pinisi via google.co.id
Akhir semester, saatnya lengkapi tugas yang belum rampung. Salah satunya tugas matakuliah Manusia dan Kebudayaan Indonesia, yaitu membuat esai tentang perahu Pinisi. Sempat saya cari informasinya di situs penyedia video terbesar, Youtube. Di situ saya melihat sebuah film dokumenter tentang perahu Pinisi. Dari video tersebut banyak keunikan yang ada pada perahu pinisi, mulai dari asal mula, desain, bahkan proses pembuatannya yang tidak biasa. Di situ saya bisa paham, bahwa betapa hebatnya orang Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan.

Bersumber dari Wikipedia, perahu Pinisi adalah kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan tepatnya dari desa Bira kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba.
Perahu Pinisi, dari kunjungan cinta hingga kapal terpecah tiga
Dalam naskah Lontarak I Babad La Lagaligo, perahu Pinisi ada sekitar abad ke-14 M. Konon Perahu Pinisi berawal dari seorang nahkoda Luwu, Raja Sawerigading yang hendak meminang putri dari Tiongkok, We Cudai. Hingga memperistri We Cudai, Sawerigading tinggal beberapa lama di Tiongkok. Suatu waktu, Sawerigading hendak pulang ke Luwu dengan Perahu Pinisinya. Namun sesampai di Pantai Luwu, kapal tersebut menabrak gelombang besar hingga akhirnya pecah menjadi tiga bagian di wilayah Bulukumba. Berdasarkan pengamatan saya terhadap film dokumenter tersebut, bagian kapal yang berupa Lunas terdampar di desa Ara, sebagian lagi di Selayar, sedangkan Tali nya terdampar di desa Bira, serta Linggi nya di desa Lemo-lemo. Hingga akhirnya ketiga bagian itu disatukan oleh masyarakat di beberapa lokasi tersebut menjadi sebuah perahu yang bernama Pinisi.

Konon nama Pinisi diberikan oleh tua-tua suku Bugis-Makassar terdahulu, sebagai penjelmaan dari tiruan kapal dari Venesia. Namun ada pula yang mengatakan bahwa nama Pinisi berasal dari nama ikan yang banyak terdapat di daueah itu.

Menurut situs Rumah Belajat Kemendikbud, hingga saat ini Kabupaten Bulukumba masih dikenal sebagai produsen Perahu Pinisi, dimana para pengrajinnya tetap mempertahankan tradisi dalam pembuatan perahu tersebut, terutama di Kelurahan Tana Beru. Ketika berada di Pusat Kerajinan Perahu Pinisi di Tana Beru, para pengunjung akan berdecak kagum melihat kepiawaian para pengrajinnya membuat Perahu Phinisi. Mereka mampu membuat perahu yang sangat kokoh dan megah hanya berdasarkan pada pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari nenek moyang mereka, tanpa menggunakan gambar atau kepustakaan tertulis.
Pembuatan Perahu Pinisi
Perahu Pinisi tidak dibuat seperti perahu pada umumnya, tapi dengan ritual khusus. Ritual ini berdasarkan kepercayaan orang Bulukumba yang mengatakan bahwa Perahu Pinisi berhasil dibuat karena Sawerigading sendiri dipercaya sebagai orang yang keramat bagi orang sekitar.

Sebelum Perahu Pinisi dibuat, terlebih dahulu mencari bahan. Orang yang memimpin pencarian kayu untuk Perahu Pinisi disebut sebagai Panrita. Kayu yang digunakan untuk membuat Perahu Pinisi adalah kayu naqnasaq. Kayu tersebut sangat cocok karena daya susutnya yang kecil dan uratnya sungsang kedap air. Kayu jenis tersebut digunakan untuk bagian Lunas Perahu Pinisi.
Penebangan pohon naqnasaq tidak sembaang dipotong, melainkan seorang Panrita hendaknya menentukan hari yang baik untuk pemotongan kayu tersebut. Selanjutnya jika sudah ditemukan hari yang cocok, akan diadakan ritual pengusiran roh. Mereka harus menyiapkan berbagai keperluan untuk ritual tersebut seperti pisang, waje, ayam, dan perlengkapan ritual lainnya.

Proses selanjutnya yaitu proses pemasangan papan pengapit lunas, berdasarkan situs Wikipedia dijelaskan bahwa proses tersebut disertai dengan upacara kalebiseang. Upacara Anjarreki yaitu untuk penguatan lunas, disusul dengan penyusunan papan dari bawah dengan ukuran lebar yang terkecil sampai keatas dengan ukuran yang terlebar. Jumlah seluruh papan dasar untuk perahu pinisi adalah 126 lembar. Setelah papan teras tersusun, diteruskan dengan pemasangan buritan tempat meletakkan kemudi bagian bawah (id.wikipedia.org).

Tahap terakhir adalah proses peluncuran perahu ke laut. Menurut situs rumah belajar Kemdikbud, Setiap tahap selalu diadakan upacara-upacara adat tertentu. Di tahap terakhir ini, sebelum perahu Phinisi diluncurkan ke laut, terlebih dahulu dilaksanakan upacara maccera lopi (mensucikan perahu) yang ditandai dengan penyembelihan binatang. Jika Perahu Phinisi itu berbobot kurang dari 100 ton, maka binatang yang disembelih adalah seekor kambing, dan jika bobotnya lebih dari 100 ton, maka binatang yang disembelih adalah seekor sapi.
Pinisi sebagai ikon Universitas Negeri Makassar
Berdasarkan informasi dari profesi-unm.com, Pinisi, sebagai model desain bangunan UNM, dicetuskan oleh Yu Sing, seorang arsitek muda yang lahir di Bandung 5 Juli 1976. Ia adalah lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1999.


Pada saat itu ia mengikuti sayembara yang diadakan oleh UNM pada tahun 2008. Hingga akhirnya Yu Sing terpilih sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah 40 juta rupiah. Tepilih sebagai pemenang karena konsepnya sesuai dengan identitas lokasl Sulawesi Selatan. Bangunan tersebut masih bertahan sampai saat ini.

Dari Kenal Laptop Hingga Punya Blog


Tidak terasa blog saya sudah mencapai 26 postingan. Itu semua karena minat untuk menjadi penulis blog (blogger). Semua orang pasti ada yang suka blogging, namun ada pula yang gemar dengan hal lain. Mungkin kamu suka menulis puisi, cerpen, atau bahkan novel. Nah, Postingan saya yang satu ini akan menceritakan seluk beluk saya sehingga mengenal sebuah blog. Kurang lebih ceritanya seperti berikut ini.


Jauh sebelum mengenal blog, banyak cerita dibaliknya. Mungkin dimulai dari sejak SD. Ketika itu mata pelajaran matematika sedang berlangsung—tentu saya tidak akan menceritakan apa yang diterangkan oleh guru saya. Sehabis pelajaran itu, guru tersebut bertanya kepada kami (baca: murid di kelas), “Setelah ini ibu akan menunjukkan sesuatu di ruangan saya,” kata sang guru sambil membereskan bukunya. Nah, sesampai di ruang tersebut, tampak sebuah komputer di atas meja guru tersebut. Lantas ia menggerakkan mouse (tetikus) ke sebuah ikon yang bentuknya seperti bola dan ada apinya (waktu itu saya belum mengenal Mozilla Firefox, hehe). Yap, muncul sebuah tulisan di layar komputer tersebut. Google. Itulah nama mesin pencari kelas dunia tersebut. Singkat cerita, guru saya menunjukkan cara menggunakannya dan memberikan kesempatan kepada kami untuk menggunakannya. Waktu itu saya masih bingung melihat mesin pencari yang masih menggunakan bentuk huruf “g” yang lama tersebut.
Memasuki SMP. Ketika itu saya mendapat mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Guru memperkenalkan kami bagian-bagian yang ada pada komputer. Apa sampai di situ saya mengenalnya? Tidak. Guru kami memberikan tugas rumah, membuat sebuah tabel lalu menuliskan rumus di dalamnya. Itu awal saya mengenal program Microsoft Office Excel. Di saat itu pula saya mengenal Microsoft Office Word. Masih sebatas itu yang saya ketahui.
Waktu itu saya belum mempunyai laptop, jadi terpaksa saya meminjam laptop teman. Seringkali juga mengerjakan tugas di warnet bersama teman sebangku. Nah, ketika itu saya baru mengenal istilah Refresh, Shut Down, Restart, dan istilah-istilah lainnya. Waktu itu saya masih belum menghapal letak huruf-huruf keyboard. Yaa jadi begitulah. Newbie.
Setelah lulus SMP, saya melanjutkan pendidikan di SMK. Kenapa bukan SMA? Yaa itu kan pilihan saya, toh. Oke, lanjut. Singkat cerita, di kelas XI saya baru punya laptop. Benda yang sampai sekarang menemani saya mengetik tiap malam suntuk (Ah dasar tukang begadang). Waktu itu saya puas seharian bisa berada di depan laptop (hmm tidak seharian juga sih). Ketika itu saya mengutak-atiknya. Entah apa yang ku utak-atik. Maklum laptop baru.
Satu pekan pasca kelulusan, saya penasaran dengan satu hal. Bagaimana caranya orang bisa memasukkan tulisannya di mesin pencari seperti Google? Akhirnya saya membuat akun gmail pertama saya, zulfitrah98@gmail.com, dan sampai sekarang email tersebut masih aktif, namun sekarang jarang digunakan. Dari email tersebut, saya mendaftar di Blogger. Awal mengenal Blog, saya memosting postingan paling pertama, kumpulan soal prediksi UAS (hehe). Oh iya, nama blog pertama saya adalah “Blognya Zul”. Silakan dicari kalau mau.
Memasuki dunia perkuliahan, saya sudah bosan dengan blog lama dan memutuskan untuk membuat blog baru. Blog kedua tersebut saya beri nama “Bahasa dan Sastra Indonesia”. Isinya seputar kebahasaan dan kesusastraan. Di blog tersebut saya memosting tugas kuliah saya. Hmm, saya sontak kaget karena di grup kelas saya ada yang bilang di internet sudah menemukan jawaban dari tugas yang dimaksud tetapi nama pengirim yang tertulis di situ adalah Zul Fitrah (itu nama saya). Ternyata blog saya menduduki urutan pertama di Google. Namun lama-kelamaan saya meninggalkan blog tersebut (maklum saya suka bosan).


Memasuki semester 2, saya membuat blog baru lagi. Kali ini saya sudah berkomitmen untuk tidak meninggalkannya lagi. Blog baru ini saya beri nama “Tulisan Zul” (Blog saya sampai sekarang ini). Blog ini ketika itu masih dalam tahap pengembangan. Saya masih suka gonta-ganti templat blog. Sampai pada akhirnya saya menemukan templat yang cocok (templat yang kamu lihat sekarang ini adalah templat yang dimaksud).
Dua bulan kemudian pasca memiliki blog, saya mendaftarkan blog ini ke Google Adsense. Google Adsense adalah layanan iklan Google agar blog bisa berpenghasilan. Saya mencoba daftar, namun gagal. Akhirnya saya jarang memosting selama beberapa bulan.

Akan tetapi saat memasuki semester 3 saya mulai giat memosting berbagai tulisan, walaupun masih berwujud gado-gado (tema tulisan beragam). Singkat cerita selama libur kuliah pasca final semester 3, saya mencoba-coba untuk mendaftarkan ulang blog saya ke Google Adsense. Sampai pada tanggal 18 Januari 2018 permohonan saya diterima (diapprove) oleh pihak Adsense. Hingga sekarang saya memproduksi 27 tulisan (termasuk yang kamu baca sekarang).

Sekilas Tentang Microsoft Office Access


Mungkin kamu pernah melihat aplikasi ini sebelumnya. Kebanyakan orang lebih mengenal Microsoft Word, Excel, dan Power Point. Barangkali kamu belum pernah menggunakan Microsoft Acces, bahkan tidak pernah diklik sekalipun. Untuk itu saya akan jelaskan seputar perangkat lunak yang jarang diguanakan tersebut, Microsoft Office Access.


MS. Office Access adalah program perangkat lunak pengolah data atau juga disebut database yang dibuat oleh perusahaan ternama, Microsoft Inc. Fungsinya untuk membuat dan mengolah database agar mudah untuk diproses. Database yang dimaksud adalah berupa informasi yang disajikan dalam sebuah atau beberapa tabel. Kamu bisa menemukan software tersebut di komputer atau laptop yang telah terinstal program Microsoft Office.
Jika dilihat sekilas, akan tampak sama dengan program MS. Excel. Namun perbedaannya adalah software tersebut adalah program pengolah angka, sedangkan Access mengolah data. Untuk mengetahui perbedaan penggunaan kedua program tersebut, simak kasus berikut ini.
~ Seorang manajer ingin mengetahui besar biaya marginal selama satu periode di perusahaannya.
~ Seorang sekretaris ingin mengetahui jumlah karyawan di sebuah kantor dengan memasukkan biodata para karyawan tersebut.
Sudah paham? Begini, pada kasus pertama, seorang manajer ingin mengetahui besar biaya marginal di suatu perusahaan. Itu berarti ia perlu mengolah besar biaya dalam bentuk angka agar bisa dikalkulasikan. Dengan begitu ia harus menggunakan program MS. Excel.
Pada kasus kedua sekretaris ingin mengetahui identitas setiap karyawan. Itu berarti ia perlu mengolah data yang berupa identitas para karyawan tersebut. Dengan begitu, ia harus menggunakan program MS. Access.
Oke, lanjut. Microsoft Office Access pertama kali dirilis pada tahun 1992 dalam versi 1.0 (sumber informasi: Wikipedia). Lalu berangsur-angsur program tersebut mengalami perkembangan hingga sekarang. Versi saat ini adalah Microsoft Office Access 2016—namun kebanyakan masih menggunakan versi 2007, termasuk saya. Software ini bisa digunakan oleh siapa saja, baik itu kasir, organisasi, petugas perpustakaan, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang memerlukannya.
Baca juga : Begini Cara Mengubah Format Power Point Menjadi Format Gambar
Mungkin timbul pertanyaan di kepalamu. Kenapa saya perlu pakai Microsoft Office Access? Sebenarnya saya menggunakan program ini agar lebih efisien dalam menjalankan dan mengolah semua data. Berhubung saya adalah sekretaris sebuah organisasi di kampus saya, maka saya menggunakannya. Misal mengentri nomor surat dan mengolah data pengurus.
Lalu, jika kamu membuka MS. Access, apa yang bisa kamu lihat? Nah, dalam program tersebut, terdapat beberapa unsur/komponen dasar yang perlu kamu ketahui. Berikut adalah uraiannya.
Table
Table adalah tempat semua data disimpan. Artinya table menjadi pusat penyimpanan database. Fungsinya untuk menyimpan database yang bersangkutan. Untuk membuat table, kamu harus klik tab Create, pilih Table, selanjutnya ubah nama tabel tersebut dan tentukan kolom dan jenisnya. Terakhir klik Save atau tekan Ctrl+S di keyboard kamu.
Form
Form adalah alat bantu pengisian database dalam tabel. Tool ini yang membuat program tersebut lebih efisien. Fungsinya adalah untuk mengisi data/informasi ke dalam tabel yang telah dibuat sebelmnya. Cara membuatnya adalah kamu bisa temukan di menu Create, Form. Secara otomatis form akan muncul sesuai dengan table yang dipilih. Kamu juga bisa memilih fitur Wizard atau Blank Form untuk membuat Form menjadi lebih elegan. Jangan lupa Save atau Ctrl+S.
Report
Baca baik-baik, bacanya REPORT, bukan REPOT, hehe. Maaf, bercanda. Report adalah sarana pelaporan database untuk menampilkan data yang telah diolah. Untuk membuat Report, sama seperti penjelasan sebelumnya, kamu bisa menemukannya di menu Create, lalu Report. Kamu juga bisa membuatnya dengan manual di menu Report Wizard atau di Report Design.
Query
Komponen yang satu ini sepertinya agak sulit untuk dijelaskan. Maklum, masih belajar, hehe. Query adalah komponen inti dalam mengolah data seperti memodifikasi data agar sesuai dengan yang diinginkan. Seperti memodifikasi tabel dengan membuat fungsi penjumlahan dan menghubungkan satu tabel dengan tabel lainnya. Kamu bisa cek kembali di menu Create, lalu pilih Query Wizard atau Query Design.

Nah, setelah menyimak penjelasan di atas, saya akan menjelaskan cara menggunakan program aplikasi Microsoft Office Access.
Pertama, buka program MS. Access.
Kedua, pilih Blank Database.
Ketiga, tentukan lokasi file.
Keempat, klik Create.
Kelima, buat Table.
Keenam, buat Form.
Ketujuh, buat Query (jika perlu).
Kedelapan, buat Report.



Oke, cukup sampai di sini dulu pembahasan saya. Mudah-mudahan kamu bisa mengerti menggunakan program ini. Saya sarankan untuk menggunakan MS. Access untuk membuat daftar tugas sekolah atau kuliah, bagi kamu yang sedang menempuh pendidikan. Jika kamu masih bingung, kamu bisa tinggalkan komentar di bawah ini. Terima kasih.

Review Film The Boss Baby


Awalnya saya tidak tertarik mengcopy film itu dari laptop sepupu saya. Tapi pas film itu dimainkan, mata saya tidak bisa berkedip—ah, alay sekali. Bahkan saya menontonnya hingga 4 kali. Percaya? Kalau tidak percaya tidak usah baca ini. Hehe, bercanda kok.
Film yang berjudul “The Boss Baby” adalah film animasi 3D yang diproduksi oleh DreamWorks Animation. Produsernya adalah Ramsey Ann Naito dan disutradarai oleh Tom McGrath. TBB dirilis pada 31 Maret 2017 oleh 20th Century Fox di Amerika. Pernah dengar 20th Century Fox? Masa? Itu yang sering muncul di bagian awal film. Hmmm baru sadar, kan? Nah, di Indonesia film tersebut baru dirilis pada 5 April 2017.
Film ini menceritakan seorang bayi yang diutus oleh sebuah perusahaan untuk menjalankan suatu misi. Menit pertama diawali dengan petualangan khayalan seorang anak berusia tujuh setengah tahun yang bertarung dengan seekor gorila berkacamata. Gorila tersebut adalah ayah dari Tim yang diimajinasikan sedemikian rupa. Di adegan berikutnya ditampilkan bayi yang bernama “Boss Baby” yang berada dalam barisan bayi-bayi lainnya. Awalnya mereka tidak akur tapi lama-kelamaan akur juga.
Bagian puncak dari film TBB adalah ketika Tim dan Boss Baby bertemu dengan pemilik perusahaan “Puppy Co” yang ternyata orang yang pernah menjadi pahlawan bayi di “Baby Corp”. Jika kamu masih bingung dengan kedua perusahaan tersebut, lihat filmnya. Akhirnya, Boss Baby berhasil menyelesaikan misi dan ia naik jabatan. Namun, ia merasakan hal yang berbeda dari dirinya.
TBB sangat menarik untuk ditonton, apalagi sama keluarga. Walaupun film animasi, film itu mampu menampilkan aspek sinematografi dengan baik seperti movement (perpindahan objek), composition (komposisi gambar), Angle (sudut gambar), dan lain-lain. Di sisi lain, dari segi logika film ini sangat susah untuk dijelaskan karena bayi seperti di film itu tidak ada di dunia nyata.
Kelebihan dari film TBB adalah memiliki alur yang menarik, tidak bertele-tele. Film ini juga terdapat unsur komedinya. Ini yang paling saya suka dari film tersebut. Dan pesan yang disampaikan dapat dicerna dengan baik (bukan dimakan, hehe).
Namun, film ini terdapat kekurangan. Mungkin pertanyaan saya di bawah ini bisa menjelaskan kelemahan film tersebut.
Dari mana asal mobil yang mengantar bayi tersebut?
Mengapa tidak ada orang yang mengantar bayi tersebut masuk?
Menuju ke mana perosotan yang berpilin tersebut?
Di mana sebenarnya lokasi “Baby Corps”?
Walaupun film tersebut memiliki kelemahan seperti di atas, namun saya tetap menyukai film ini. Saya harap Indonesia bisa memproduksi film yang seperti itu juga.
Eh, masih ada satu hal lagi yang mau saya sampaikan. Film The Boss Baby menurut saya ada kesamaan dengan pola film Toy Story. Kesamaan yang saya maksud adalah Bayi tersebut tidak ingin diketahui identitas aslinya oleh orang dewasa. Film Toy Story juga seperti itu, si boneka koboi tidak ingin dilihat bergerak oleh Andy, pemilik mainan tersebut.

Nah, demikian hasil review film dari saya. Maklum masih belajar, jadi review nya agak berantakan. Tapi itu mungkin bisa menjadi pelajaran untuk saya. Jika ada komentar, silakan coret-coret di bawah ini. Terima kasih.

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net